|
Dimurnikan Seperti Perak... |
|
|
|
|
Written by santi
|
|
Tuesday, 05 August 2008 |
DIMURNIKAN SEPERTI PERAK
.jpg)
Ia akan seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak (Maleakhi 3:3a). Ayat ini sangat mengusik seseorang yang sedang mengadakan penelaahan Alkitab, dan mereka bertanya-tanya apa maksud Firman Tuhan ini mengenai karakter dan sifat Allah. Minggu itu, orang tersebut membuat perjanjian dengan seorang pengrajin perak untuk melihat bagaimana proses kerjanya saat memurnikan perak. Dia tidak menyebutkan sama sekali alasannya mengapa dia ingin mencari tahu proses pemurnian perak. Dia menyaksikan pengrajin perak itu sedang memanaskan perak di atas api. Pengrajin itu menjelaskan bahwa ketika hendak memurnikan perak, dia harus menjaga agar perak itu tetap ada di tengah-tengah perapian dimana terdapat suhu yang paling panas, agar supaya perak itu dapat dimurnikan dari segala debu, batu, berbagai kekotoran yang melekat pada perak itu.
Jemaat itu kemudian membayangkan bagaiman Allah menjaga kita pada titik api yang terpanas, dan kemudian teringat kembali pada ayat yang mereka renungkan: "Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak". Kemudian dia bertanya kepada pengrajin perak itu apakah benar bahwa dia harus duduk di depan api sepanjang waktu hingga perak itu menjadi murni. Pengrajin itu berkata ya, dia bukan hanya harus duduk menjaga perak itu, tetapi juga harus terus-menerus memperhatikan perak di atas api itu setiap saat. Jika terlambat diangkat sedikit saja, perak itu akan rusak. Jemaat itu terdiam sebentar, dan kemudian bertanya, "Bagaimana Anda tahu bahwa perak itu sudah benar-benar murni?" Pengrajin itu tersenyum dan menjawab, "Oh, itu sangat mudah-perak itu telah murni ketika saya bisa melihat wajah saya didalamnya. Jika hari ini engkau merasa sedang berada di tengah api yang panas, ingatlah bahwa Allah sedang memandang engkau, dan akan terus memandangmu hingga Dia dapat melihat wajahNya di dalam engkau.
|
|
Last Updated ( Thursday, 11 November 2010 )
|